Di suatu tempat, saat sedang jaga dagangan
Teman ( T ) : “ Kak, katanya kak A akan nikah bulan ini, bener ga sih? ”
Saya (S) : ” Masa ? Dengar dari siapa? ”
T : ” Ada deh..., katanya dengan ikhwan A ya?
S : ” Wallahu’alam, tanya aja sama orangnya. Mudah-mudahan memang benar ”
Suatu hari, dalam perjalanan pulang dari kajian
T : ” Tau nggak ukh, ukhti B akan nikah dalam waktu dekat ini”
S : ” Oya? Baru dengar”
T : ” Iya, sebetulnya masih belum diumumkan karena tanggalnya belum pasti. Tapi anti jangan bilang siapa-siapa dulu ya, ini rahasia ! ”
Di rumah, saat dikunjungi seorang teman
T : ” Kasihan ya ukhti C, ga jadi nikah lagi ”
S : (mengerutkan kening, dengan wajah bingung)
T : ” Iya, ikhwannya yang membatalkan, padahal keluarga dah saling bertemu ”
S : ” Kok tau? ”
T : ” Ya tau lah, ada yang cerita ”
S : ” siapa?”
T : ” Ada deh....”
Di rumah seorang bunda
T : ” Memang dasar deh si ikhwan itu, masa buat ulah lagi ”
S : ” Haaa?? ”
T : ” Iya, dia tuh bla....bla...bla.... bikin pusing aja ”
S : masih ternganga
T : ” Yang kemaren aja belum selesai, sampai enek melihat mukanya ”
T : ” Ceritanya gini ..... bla...bla....bla ”
S : ga sempat ngomong, takjub dengar sang bunda cerita dengan cepat
Saat menghadiri kajian, ketika belum terlalu ramai orang
T : ” Ta’aruf kemaren gimana? Jadi? ” (dengan gaya berbisik tapi cukup kuat untuk di dengar 2- 3 orang di sebelahnya)
T2 : ” Insya Allah jadi..... ” (wajah bersemu merah menahan malu)
Suatu tempat, selesai rapat, masih terdapat beberapa orang peserta rapat
T : ” Masalah warisan kemaren itu gimana? Sudah selesai? ”
S : (kaget, tak menyangka akan di tanya seperti itu ) ” Insya Allah sudah, kami bertanya pada ustad yang kami kenal sejak lama ”
T : ” Dulu, sewaktu bapak saya meninggal, saya dan adek-adek ga minta warisan. Menimbang perasaan ibu supaya ga sedih. Kasihan kan beliau, bapak baru meninggal kok anak-anaknya dah ribut minta warisan ”
S : wajah memerah menahan marah
Sekretariat, saat sedang menyiapkan peralatan,
S : ” Afwan Ukh, ana dengar cerita tentang anti lagi ”
T : ” Nggak kok ukh, Cuma isu. Bukan ana ”
S : ” Gitu ya.... ceritanya cepat menyebar ya..... ana dah tau cerita anti yang dulu-dulu ”
T : ” Itu lah....padahal ana gak ada cerita-cerita. Tapi kok justru berkembang. Heran deh, siapa sih yang menyebarkan ”
Cerita seperti ini sebenarnya masih banyak, tapi cukuplah 7 saja, nanti seperti naskah sandiwara ^_^
Cerita-cerita di atas memang tidak persis sama dengan yang asli, tapi memang benar-benar terjadi. Maksud hati ingin diam-diam, malah heboh sekampung. Tujuan curhat supaya dapat solusi atau sekedar melepaskan sesak yang menghimpit, bukan untuk jadi hot gossip.
Ternyata susah ya menjaga rahasia. Tak terkecuali pada orang-orang yang katanya lebih paham Islam dari orang awam. Justru ceritanya cepat sekali menyebar karena ruang lingkupnya yang kecil.
Oke lah jika beritanya tentang seorang akhwat yang kena musibah, bisa segera memberikan bantuan. Tapi berita semisal akhwat A yang dilamar (ini yang paling sering saya dengar) atau ikhwan B yang ditolak lamarannya, apa untungnya sih menyebarkan berita seperti ini? Yang ada justru orang yang digosipkan sakit hati mendengarnya, atau yang mendengar jadi sakit hati kok bukan dia yang dilamar.
Jaman saya masih sekolah dulu, seorang kakak di kost pernah bilang alasan kenapa berita sejenis ini di rahasiakan. Untuk menjaga harga diri orang yang bersangkutan. Sebab jika dari awal sudah disebarkan, ternyata bukan jodohnya, malunya bisa tak tertanggungkan. Akhirnya terjadilah pembunuhan karakter.
Padahal seorang muslim yang baik adalah orang yang orang lain aman dari lidahnya. Jika begini apa pantas menyebut diri lebih baik dari orang lain?
Bukankah telah ada aturan yang jelas dalam Al-Qur’an dan sunnah? Jika mendengar berita, daripada menduga-duga lebih baik bertanya langsung pada orangnya. Selesai. Tanpa prasangka yang tidak-tidak atau bahkan orang lain kena getahnya.
Jangan lupakan juga adab bertanya. Jika sifatnya pribadi, bersabarlah dulu, tanyakan setelah hanya tinggal berdua, atau ditemani orang yang bisa menjaga rahasia. Bertanya padanya di tengah keramaian, selain memancing amarah karena malu, juga memberikan kesan pada yang lain bahwa yang bertanya bukanlah orang yang bijak dan bisa di-black list-kan sebagai tempat curhat.
Waduh.....jadi panjang banget ya? Bukan ingin ghibah, hanya sekedar mengungkapkan unuek-unek yang sejak lama bercokol. Sebagai korban isu yang didasarkan azas praduga bersalah, tanpa investigasi terlebih dahulu (paham? Saya juga tidak ^_^), saya merasa hal ini perlu dituliskan. Agar kelak tidak terulang lagi, agar tidak ada saling curiga siapa yang dilamar oleh sang ikhwan idola ^_^ (yang ini gak penting banget ). Juga sebagai pengingat bahwa umat islam itu seperti satu tubuh, tatkala gigi yang sakit kepala juga jadi pusing (nyambung ga?)
Sekaligus peringatan kepada diri sendiri, para sahabat dan bunda yang selalu jadi tempat curhat, jika pada orang-orang yang dianggap amanah saja bisa terjadi seperti ini, kepada siapa lagi harus percaya? Sebab di luar sana pasti lebih banyak orang yang belum mampu hanya berkeluh kesah pada Allah.
Minggu, 10 Mei 2009
Rabu, 06 Mei 2009
Dari kawan
“Ketika bayangan wajahnya sering hadir di pelupuk mata
Ketika derap langkahya menggetarkan jiwa
Ketika kesempatan bersanding sudah tiada lagi asa
Lupakan dirinya!, cari yang lebih sempurna”
Sepenggal bait dari buku “Kujemput Jodohku” karya Fadillah Al-Ikhwan
Ketika derap langkahya menggetarkan jiwa
Ketika kesempatan bersanding sudah tiada lagi asa
Lupakan dirinya!, cari yang lebih sempurna”
Sepenggal bait dari buku “Kujemput Jodohku” karya Fadillah Al-Ikhwan
Jumat, 01 Mei 2009
Pesona Yang Memagnet Hati
Untuk mata ini, aku bersyukur…
Begitu telah banyak hal indah nan mempesona ku pandang. Terlebih aku bersyukur karena Engkau telah menjaga dari pandangan terlarang dan haram.
Untuk telinga ini, aku bersyukur…
Begitu telah banyak hal merdu ku dengar. Terlebih aku bersyukur karena Engkau telah menjaganya dari pendengaran sia – sia tak bermakna.
Untuk mulut ini, aku bersyukur…
Begitu telah banyak suara terucap dengan sempurna. Terlebih aku bersyukur karena Engkau telah menjaganya dari ucapan kotor menyakitkan.
Untuk tangan ini, kaki ini… dan setiap jengkal yang ada pada diriku, aku bersyukur….
Betapa Engkau duhai Rabbi, telah mewujudkan penciptaan diri ini dengan begitu indah dalam harmonisasi sempurna. Terlebih aku bersyukur, karena Engkau selalu ingatkan semua yang kini ada dan termiliki hanyalah amanah, hingga kusadar dalam tiap laku pasti harus dipertanggungjawabkan.
Untuk jiwa ini… semoga Engkau selalu menjaganya dalam bongkahan kotornya hati dari kumparan egois logika pikiran. Karena disana t’lah Kau ciptakan nafsu yang begitu luar biasa bergumul hebat dengan naluri.
Allah… untuk yang kesekian kalinya aku terpesona lagi dengan takdirMu. Engkau telah mengatur segalanya dengan begitu rapi. Untuk sekedar kembali menikmati seniMu meletupkan emosi hati. Menunjukkan yang benar itu benar, yang salah tetaplah salah.
Mahaindah Engkau dalam pesona yang memagnet kuat hati, untuk sekedar kembali melabuhkan emosi yang sering membuncahkan keangkuhan jiwa./rf
***
Batam, 26 April 2009
Setelah sesaat tersadarkan akan sebuah emosi hati, saatnya melepaskan dari jiwa ^_^
http://rifarida.multiply.com
Begitu telah banyak hal indah nan mempesona ku pandang. Terlebih aku bersyukur karena Engkau telah menjaga dari pandangan terlarang dan haram.
Untuk telinga ini, aku bersyukur…
Begitu telah banyak hal merdu ku dengar. Terlebih aku bersyukur karena Engkau telah menjaganya dari pendengaran sia – sia tak bermakna.
Untuk mulut ini, aku bersyukur…
Begitu telah banyak suara terucap dengan sempurna. Terlebih aku bersyukur karena Engkau telah menjaganya dari ucapan kotor menyakitkan.
Untuk tangan ini, kaki ini… dan setiap jengkal yang ada pada diriku, aku bersyukur….
Betapa Engkau duhai Rabbi, telah mewujudkan penciptaan diri ini dengan begitu indah dalam harmonisasi sempurna. Terlebih aku bersyukur, karena Engkau selalu ingatkan semua yang kini ada dan termiliki hanyalah amanah, hingga kusadar dalam tiap laku pasti harus dipertanggungjawabkan.
Untuk jiwa ini… semoga Engkau selalu menjaganya dalam bongkahan kotornya hati dari kumparan egois logika pikiran. Karena disana t’lah Kau ciptakan nafsu yang begitu luar biasa bergumul hebat dengan naluri.
Allah… untuk yang kesekian kalinya aku terpesona lagi dengan takdirMu. Engkau telah mengatur segalanya dengan begitu rapi. Untuk sekedar kembali menikmati seniMu meletupkan emosi hati. Menunjukkan yang benar itu benar, yang salah tetaplah salah.
Mahaindah Engkau dalam pesona yang memagnet kuat hati, untuk sekedar kembali melabuhkan emosi yang sering membuncahkan keangkuhan jiwa./rf
***
Batam, 26 April 2009
Setelah sesaat tersadarkan akan sebuah emosi hati, saatnya melepaskan dari jiwa ^_^
http://rifarida.multiply.com
Kamis, 02 April 2009
Untuk Seorang Laki-laki Terpilih...Maafkanlah..
Untuk seorang laki-laki terpilih, maafkanlah diri ini jika selama ini ku masih kurang dekat denganmu. Bukan ingin kumengabaikanmu..padahal diri ini sangat tahu bahwa engkaulah laki-laki terpilih itu. Betapa malu diri ini tak selalu ingat namamu...ya namamu yang suci..yang seharusnya mampu mengetarkan hati ini..
Untuk seorang laki-laki terpilih...maafkanlah diri ini...seharusnya aku tahu bagaimana cerita perjuanganmu dalam dakwah..ya seharusnya diri ini tahu karena tentunya perjuanganmu untuk dakwah ini sangat berat. Walaupun sering batu terjal yang engkau jumpai dalam dakwah ini tak pernah sedikit pun engkau mengeluh..semua dihadapi dengan senyum dan senyum...Betapa Mulianya Allah yang telah menciptakanmu sedemikian rupa..
Untuk seorang laki-laki terpilih..maafkanlah diri ini karena sekarang baru kusadari cintaku padamu begitu besar...ya sangat besar..cinta ini mampu membawaku dalam kesyahduan do’a-do’a yang senantiasa kulantunkan pada Sang Pencipta..benar skali kata pujangga, rasa cinta yang mendalam dapat membawa perubahan yang mendalam pada diri seseorang..dan izinkanlah diri ini tuk mulai belajar berbenah diri dengan mencintaimu...
Untuk laki-laki terpilih...maafkanlah diri ini...sangat ingin rasanya diri ini berjumpa denganmu walaupun hanya dalam mimpi...sangat ingin..begitu sesak rasanya dada ini ketika kuutarakan kepada Allah bahwa ingin sekali kuberjumpa denganmu...walau hanya dalam mimpi..insya Allah itu akan mengobati rasa rindu yang senantiasa berbunga dalam diri ini...ya rasa rindu yang tentu saja akan semakin memperbesar rasa cintaku padamu..
Untuk laki-laki terpilih..maafkanlah diri ini...terkadang diri ini merasa sangat tak pantas untuk engkau cintai..tapi ku tetap ingin selalu berada dalam barisam ummatmu..yang senantiasa berjuang demi kejayaan islam di bumi Allah ini..mungkin selama ini hari-hariku tak selalu dipenuhi oleh shalawat dan salam kepadamu..kini kusadari...betapa meruginya diri ini..akan kuperbaiki hubunganku denganmu yang mungkin selama ini belum begitu dekat...
Untuk laki-laki terpilih...ya hanya engkau yang terpilih..Nabi Muhammad SAW
yennirahayu
Untuk seorang laki-laki terpilih...maafkanlah diri ini...seharusnya aku tahu bagaimana cerita perjuanganmu dalam dakwah..ya seharusnya diri ini tahu karena tentunya perjuanganmu untuk dakwah ini sangat berat. Walaupun sering batu terjal yang engkau jumpai dalam dakwah ini tak pernah sedikit pun engkau mengeluh..semua dihadapi dengan senyum dan senyum...Betapa Mulianya Allah yang telah menciptakanmu sedemikian rupa..
Untuk seorang laki-laki terpilih..maafkanlah diri ini karena sekarang baru kusadari cintaku padamu begitu besar...ya sangat besar..cinta ini mampu membawaku dalam kesyahduan do’a-do’a yang senantiasa kulantunkan pada Sang Pencipta..benar skali kata pujangga, rasa cinta yang mendalam dapat membawa perubahan yang mendalam pada diri seseorang..dan izinkanlah diri ini tuk mulai belajar berbenah diri dengan mencintaimu...
Untuk laki-laki terpilih...maafkanlah diri ini...sangat ingin rasanya diri ini berjumpa denganmu walaupun hanya dalam mimpi...sangat ingin..begitu sesak rasanya dada ini ketika kuutarakan kepada Allah bahwa ingin sekali kuberjumpa denganmu...walau hanya dalam mimpi..insya Allah itu akan mengobati rasa rindu yang senantiasa berbunga dalam diri ini...ya rasa rindu yang tentu saja akan semakin memperbesar rasa cintaku padamu..
Untuk laki-laki terpilih..maafkanlah diri ini...terkadang diri ini merasa sangat tak pantas untuk engkau cintai..tapi ku tetap ingin selalu berada dalam barisam ummatmu..yang senantiasa berjuang demi kejayaan islam di bumi Allah ini..mungkin selama ini hari-hariku tak selalu dipenuhi oleh shalawat dan salam kepadamu..kini kusadari...betapa meruginya diri ini..akan kuperbaiki hubunganku denganmu yang mungkin selama ini belum begitu dekat...
Untuk laki-laki terpilih...ya hanya engkau yang terpilih..Nabi Muhammad SAW
yennirahayu
Senandung pemenangan pemilu PKS
jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
forward this message
Selasa, 31 Maret 2009
Kepada Mereka...

Bismillah...
Ketika kau memandang ini, ingatlah di balik semuanya
Bendera, baliho, spanduk, pamflet dan semua alat peraga yang ada
Ada kantuk yang tertahan di balik kibarannya, Saudara
Ada kelelahan tertunda tatkala iring pagi terterpa sinar mentari
Tuk mereka, tengah malam bukan lagi saat-saat beristirahat melepas letih dan rasa penat
Hatta sampai pagi kembali tuk berlanjut sholat shubuh dan ma'tsurot pagi
Tahajjud mereka dalam terpa dingin malam, sungguh doakan puncak kekhusyukan
Merekalah para penghuni malam di akhir-akhir ini
Ketika yang lain terlelap, mereka memetik satu per satu pahalaNya di balik lem-lem tangan
Ketika yang lain nyenyak dalam mimpinya, ikatan kawat tali serta tambang menjadi dzikir-dzikirnya
Bambu yang kau angkat dengan sisa terbaik tenagamu, adalah senjata-senjata penggentar
Lelahkah sahabat?
Ya kau lelah di balik wajah sayu dan letih itu
Namun kalian selalu mengingat, bahwa kalian tengah mengharapkan yang tak bisa diharapkan mereka
Kalian mengharapkan pertemuan abadi di balik semua ini
Di balik bambu-bambu penyangga baliho
Di sela spanduk dan temali yang kau bentangkan di sepanjang jalan ini
Ketika pagi menjelang
Tatkala mentari menyapa ragawi bumi
Bendera tlah rapi berjajar kini
Bendera tlah terpasang menjulang
Spanduk mengajak tlah ada di sepanjang jalan
Baliho
Pamflet
serta pernik lain yang tlah menyapa bumi pagi
Tahukah kau?
Ada apa di balik semua yang kau lihat di pagi cerah ini?
Mereka tak perlu kau hargai
Karena Alloh tlah memberinya harga tinggi
Tapi alangkah merugi, jika kita tak ikut memberi arti
*****
ganbatte, my brothers
pahala kalian tak hanya tetes
namun mengalir deras di setiap lirikan dan tatapan mereka pada hasil karyamu
http://tantodikdik.multiply.com
Jumat, 13 Maret 2009
Jalan2 with Ustadzah Ninik.. SERU!!!
Seminggu yang lalu saya diajak ustadzah Ninik untuk menemani beliau mengisi di majlis ta’lim. Saya di’todong’ untuk menemani beliau pada saat saya sedang bantu-bantu guru saya aqiqah anaknya. Kami harus segera pergi saat itu juga karena acara dimulai jam 3 dan jarak perjalanan yang kami tempuh ’normal’nya memakan waktu 5 jam. Saya cuma dikasih waktu setengah jam untuk pulang ke rumah, izin pada ibu dan ambil bawaan seadanya. Biasanya untuk menginap semalam saja di rumah teman, bawaan saya bisa satu ransel (maklum…perempuan banyak peralatannya J ). Tapi kali ini rekor banget deh.... bawaan saya cuma tas tangan yang isinya buku, al-qur’an, mukena dan sikat gigi!! Maka perjalanan lintas kabupaten kami pun di mulai.
Saya katakan ’normal’nya karena biasanya Tembilahan – Rengat saya tempuh dalam waktu 4 jam dan Rengat-Belilas (tujuan kami) 1 jam. Perjalanan kali ini luar biasa, jam 11 berangkat, sampai di tujuan jam 3 lebih dikit, praktis cuma 4 jam!! Padahal medan yang kami tempuh tidak mulus. 63 jembatan sepanjang Tembilahan-Rengat, jalan berlubang plus bergelombang sepanjang Rengat-Belilas dan harus saingan dengan truk gede. Luar biasa memang, sepanjang perjalanan Allah kasih saya pelajaran. Bagi saya 60-80 km/jam biasa saja, ternyata kalo di bonceng ngeri banget. Sport jantung abiss!! Kira-kira begitulah perasaan teman-teman yang pernah boncengan dengan saya (biasa jadi ’tukang ojek’, kali ini jadi penumpang). Pantas aja beberapa teman langsung pasang wajah aneh kalo kebagian saya sebagai ojeknya.
Acaranya hanya berlangsung setengah jam, tapi mengena di hati, karena ustadzah Ninik emang jagonya meng’obok-obok’ hati. Materi pribadi muslimah kaffah, dirasakan jamaah sangat singkat, sehingga mereka langsung booking lagi untuk agenda bulan depan.
Sewaktu ummi Ninik ceramah, hujan lebat disertai angin kencang dan sesekali guruh dan kilat. Melihat keadaan demikian saya berdo’a : jika memang perjalanan kami tidak baik diteruskan, Allah turunkanlah hujan yang sangat besar sehingga tidak mungkin untuk keluar. Rupanya do’a saya kalah dengan do’anya ummi Ninik J beliau sangat ingin menepati janjinya mengisi kajian rutin berikutnya. Menjelang acara berakhir, hujan berubah menjadi rintik-rintik, langit pun terang padahal sebelumnya gelap seperti subuh. Saya bengong....rupanya beginilah kalau orang alim yang berdo’a (makanya tri, banyak ibadah biar do’anya diijabah , jangan main mulu...J )
Jam 4 kami langsung pamitan, karena ummi Ninik ceramah lagi di Harapan Jaya. Artinya kami balik lagi ke arah Tembilahan. Lagi-lagi Allah menunjukkan Kuasa-Nya. Tepat waktu Magrib kami sudah sampai di Bayas Jaya, logikanya seharusnya belum karena jaraknya memakan waktu 3 jam apalagi jalanan licin penuh lumpur dan sempat mampir ke soto medan. Setelah sholat, bersama 1 orang anggota tambahan kami menuju Harapan Jaya. Sebenarnya saya sudah pernah beberapa kali ke sana, juga sudah biasa menyeberang sungai ketika pulang kampung, tapi di malam hari?? Belum pernah!! Pertama : karena tidak diizinkan ortu, kedua : mata saya minus tiga setengah, kalau malam apalagi hujan jarak pandang Cuma beberapa meter walaupun berkacamata. Ternyata ummi Ninik pun sama ’buta’nya dengan saya. Jadilah saya sepanjang perjalanan beristighfar, bertasbih, bertakbir, apa saja yang bisa saya lakukan untuk menenangkan hati yang berkebat-kebit. Terutama ketika di atas pompong (bagi yang tidak tau pompong bayangkan sampan yang dikasi mesin, cuma muat paling banyak 5 motor, di kampung saya lebih baik bisa muat 15 motor). Tanpa lampu, hanya cahaya bulan yang redup, ditambah mitos istana Raja Bujang di tengah sungai, ntah sepias apa wajah saya ketika itu.
Tapi ’penderitaan’ terbayar di Harapan Jaya. Kami dijamu habis-habisan oleh tuan rumah. Inilah momen yang paling menyenangkan kalo ke daerah, walaupun ga ada listrik tapi servisnya oke banget J serasa orang penting hehehe.....
Pagi, sudah siap untuk kembali ke Tembilahan. Agak kaget lihat motor yang ’berbaju’ pasir kering. Sampe ke tempat duduknya berpasir. Bahkan jas hujan saya pun yang aslinya abu-abu jadi ada gradasi kuning. Lumpur pasir kuning kalo kering lebih susah dibersihkan daripada lumpur tanah liat.
Ujian untuk kami rupanya masih berlanjut. Hanya beberapa meter dari penyeberangan motor yang saya kendarai (gantian, giliran saya yang bawa) berhenti mendadak. Ternyata rantainya putus. Alhamdulillah tuan rumah kami bisa bantu menyeberangkan dan bawa ke bengkel, sementara kami melanjutkan perjalanan dengan mobil tambang.
Selesaikah perjalanan kami? Untuk saya ya, ummi Ninik tidak. Beliau masih terus ke Pelangiran, beberapa jam dari Tembilahan dengan kondisi jalan mirip di Harapan Jaya, pas-pasan untuk 2 motor, dengan teman yang lain. Saya tidak ikut karena malamnya ada pernikahan teman di mana saya jadi panitianya.
Hmmm..... tanggal 19 nanti ntah bagaimana lagi serunya perjalanan kami, insya Allah ke kampung halaman saya.
Saya katakan ’normal’nya karena biasanya Tembilahan – Rengat saya tempuh dalam waktu 4 jam dan Rengat-Belilas (tujuan kami) 1 jam. Perjalanan kali ini luar biasa, jam 11 berangkat, sampai di tujuan jam 3 lebih dikit, praktis cuma 4 jam!! Padahal medan yang kami tempuh tidak mulus. 63 jembatan sepanjang Tembilahan-Rengat, jalan berlubang plus bergelombang sepanjang Rengat-Belilas dan harus saingan dengan truk gede. Luar biasa memang, sepanjang perjalanan Allah kasih saya pelajaran. Bagi saya 60-80 km/jam biasa saja, ternyata kalo di bonceng ngeri banget. Sport jantung abiss!! Kira-kira begitulah perasaan teman-teman yang pernah boncengan dengan saya (biasa jadi ’tukang ojek’, kali ini jadi penumpang). Pantas aja beberapa teman langsung pasang wajah aneh kalo kebagian saya sebagai ojeknya.
Acaranya hanya berlangsung setengah jam, tapi mengena di hati, karena ustadzah Ninik emang jagonya meng’obok-obok’ hati. Materi pribadi muslimah kaffah, dirasakan jamaah sangat singkat, sehingga mereka langsung booking lagi untuk agenda bulan depan.
Sewaktu ummi Ninik ceramah, hujan lebat disertai angin kencang dan sesekali guruh dan kilat. Melihat keadaan demikian saya berdo’a : jika memang perjalanan kami tidak baik diteruskan, Allah turunkanlah hujan yang sangat besar sehingga tidak mungkin untuk keluar. Rupanya do’a saya kalah dengan do’anya ummi Ninik J beliau sangat ingin menepati janjinya mengisi kajian rutin berikutnya. Menjelang acara berakhir, hujan berubah menjadi rintik-rintik, langit pun terang padahal sebelumnya gelap seperti subuh. Saya bengong....rupanya beginilah kalau orang alim yang berdo’a (makanya tri, banyak ibadah biar do’anya diijabah , jangan main mulu...J )
Jam 4 kami langsung pamitan, karena ummi Ninik ceramah lagi di Harapan Jaya. Artinya kami balik lagi ke arah Tembilahan. Lagi-lagi Allah menunjukkan Kuasa-Nya. Tepat waktu Magrib kami sudah sampai di Bayas Jaya, logikanya seharusnya belum karena jaraknya memakan waktu 3 jam apalagi jalanan licin penuh lumpur dan sempat mampir ke soto medan. Setelah sholat, bersama 1 orang anggota tambahan kami menuju Harapan Jaya. Sebenarnya saya sudah pernah beberapa kali ke sana, juga sudah biasa menyeberang sungai ketika pulang kampung, tapi di malam hari?? Belum pernah!! Pertama : karena tidak diizinkan ortu, kedua : mata saya minus tiga setengah, kalau malam apalagi hujan jarak pandang Cuma beberapa meter walaupun berkacamata. Ternyata ummi Ninik pun sama ’buta’nya dengan saya. Jadilah saya sepanjang perjalanan beristighfar, bertasbih, bertakbir, apa saja yang bisa saya lakukan untuk menenangkan hati yang berkebat-kebit. Terutama ketika di atas pompong (bagi yang tidak tau pompong bayangkan sampan yang dikasi mesin, cuma muat paling banyak 5 motor, di kampung saya lebih baik bisa muat 15 motor). Tanpa lampu, hanya cahaya bulan yang redup, ditambah mitos istana Raja Bujang di tengah sungai, ntah sepias apa wajah saya ketika itu.
Tapi ’penderitaan’ terbayar di Harapan Jaya. Kami dijamu habis-habisan oleh tuan rumah. Inilah momen yang paling menyenangkan kalo ke daerah, walaupun ga ada listrik tapi servisnya oke banget J serasa orang penting hehehe.....
Pagi, sudah siap untuk kembali ke Tembilahan. Agak kaget lihat motor yang ’berbaju’ pasir kering. Sampe ke tempat duduknya berpasir. Bahkan jas hujan saya pun yang aslinya abu-abu jadi ada gradasi kuning. Lumpur pasir kuning kalo kering lebih susah dibersihkan daripada lumpur tanah liat.
Ujian untuk kami rupanya masih berlanjut. Hanya beberapa meter dari penyeberangan motor yang saya kendarai (gantian, giliran saya yang bawa) berhenti mendadak. Ternyata rantainya putus. Alhamdulillah tuan rumah kami bisa bantu menyeberangkan dan bawa ke bengkel, sementara kami melanjutkan perjalanan dengan mobil tambang.
Selesaikah perjalanan kami? Untuk saya ya, ummi Ninik tidak. Beliau masih terus ke Pelangiran, beberapa jam dari Tembilahan dengan kondisi jalan mirip di Harapan Jaya, pas-pasan untuk 2 motor, dengan teman yang lain. Saya tidak ikut karena malamnya ada pernikahan teman di mana saya jadi panitianya.
Hmmm..... tanggal 19 nanti ntah bagaimana lagi serunya perjalanan kami, insya Allah ke kampung halaman saya.
Langganan:
Postingan (Atom)