Oleh: Musyaffa Ahmad Rohim, Lc
Dakwatuna.com – Syeikh Muhammad Ghazali Rahimahullah berkata, “Dalam suasana pengangguran terlahir ribuan keburukan dan menetas berbagai bakteri kebinasaan, jika kerja merupakan message kehidupan, maka para penganggur adalah orang-orang yang mati, dan jika dunia ini merupakan efek dari tanaman kehidupan yang lebih besar, maka para penganggur adalah sekumpulan manusia yang paling pantas dikumpulkan dalam keadaan bangkrut, tidak ada panen bagi mereka selain kehancuran dan kerugian.”
Ada beragam penyakit tarbawi yang sangat berbahaya, jika ia tersebar dalam barisan dakwah, dan mendapatkan tempat dalam jiwa personelnya, maka pasti yang terjadi adalah keterpurukan, keguguran, menarik diri dan meninggalkan kancah dakwah secara diam-diam, kemudian kebangkrutan dalam arti yang luas dan menyeluruh
Di antara penyakit tersebut dan utamanya adalah al-bithalah ad-da’awiyah (pengangguran da’awi) atau al-kasal al-haraki (kemalasan haraki) atau futur, al-faragh (tidak ada pekerjaan), al-qu’ud ‘anil ‘amal (berpangku tangan), at-taqa’us ‘an ada’ al-wajib (tidak menunaikan kewajiban), at-tanashshul minal qiyam bil maham ad-da’awiyah (tidak menjalankan tugas-tugas da’wah) yang sangat beragam, istimra’ halat ar-rahah (terbiasa menikmati suasana santai), at-taharrur min tahammul at-tabi’ah wal mas-uliyyah (berlepas diri dari upaya memikul beban dan tanggung jawab).
Semua tadi merupakan gejala satu penyakit yang jika menimpa para aktivis di medan dakwah dan harakah, niscaya menimpa pada posisi yang mematikan, kecuali jika segera mendapatkan kebangkitan hati, atau mengambil ibrah dari suatu mau’izhah, atau mengambil manfaat dari suatu nasihat, dan tentunya, sebelum, saat dan setelah itu ia mendapatkan rahmat, kebersamaan dan taufiq Allah SWT.
Berdasarkan pengalaman dan mu’ayasyah (interaksi) tampak bahwa ada sejumlah faktor yang memberi andil bagi terjadinya penyakit ini, utamanya adalah:
* Menurunnya tingkat keikhlasan dan masuknya niat yang tidak baik.
* Ada masalah pada unsur-unsur pemahaman
* Tidak mengetahui jati diri dakwah dan harakah
* Merespon berbagai godaan dunia dan mengejar kemilauannya yang palsu
* Melupakan ghayah, atau inhiraf dan lalai darinya
* Putus asa, frustasi dan memprediksi keburukan
* Mengambang dan target yang tidak jelas
* Tidak interaktif dengan proses tarbawi
* Menghilangnya akhlaq yang menjadi tuntutan marhalah, seperti: tsabat, sabar, tsiqah, tajarrud, tadh-hiyah dan lainnya.
* Melemahnya rasa tanggung jawab
* Merasa panjang perjalanan dakwah yang mesti ditempuh
* Menghilangnya semangat dan padamnya bara keinginan untuk beramal
* Rancunya jenjang prioritas, kalaupun masih ada, dakwah ditempatkan pada posisi prioritas paling akhir
* Berkaratnya sisi ruhani, tarbawi dan imani serta rusaknya komitmen
* Buntunya selera beramal serta tidak merasakan kelezatan mengerahkan jerih payah fi sabilillah
* Hilangnya citarasa berlelah dan bersungguh-sungguh beramal di berbagai medan dakwah
* Kehilangan rasa ber-intima’ kepada dakwah dan harakah dan semakin kurusnya unsur-unsur wala’ kepadanya.
* Tertutupnya bentuk izzah kepada manhaj dakwah dan dinginnya ghirah terhadapnya
* Melemahnya immunitas fikriyah, imaniyah dan tarbawiyah
Semua faktor, sebab ini mendorong seseorang untuk qu’ud (berpangku tangan), menarik diri, menjauh dari lapangan amal dan membikin-bikin alas an untuknya. Karenanya, seseorang yang seperti ini akan menjadi beban berat dakwah dan harakah. Akibat berikutnya, dakwah semakin merintih karena memikul bebannya dan menyeretnya, padahal seharusnya, orang itulah yang semestinya memikul dakwah serta membawanya kepada cakrawala masa depan yang luas
Jika penyakit pengangguran da’awi dan haraki menyebar, akan muncullah ribuan perilaku-perilaku rendah, baik dalam skala perseorangan maupun jama’i, sebab, “barisan yang didalamnya tersebar pengangguran, maka akan banyaknya kerusuhan” dan “rumah yang kosong, akan banyak kebisingan.”
Maka hendaklah para pembawa panji dakwah dan harakah tidak berhenti di tengah jalan. Jangan pula semangatnya mendingin dan efektivitasnya padam setiap kali berhembus angin keputusasaan. Jangan pula harakahnya lumpuh, jalannya terhenti dan arahnya berubah saat bertiup badai fitnah, sebab mereka mengetahui bahwa, “Sifat mulia terkait dengan hal-hal yang tidak disukai, dan kebahagiaan tidak dapat dicapai kecuali melalui jembatan kesulitan, karenanya, tidak mengantarkan untuk mencapainya kecuali menggunakan kapal keseriusan dan kesungguhan.”
Tidak ada kegiatan bagi pasukan infantry adalah ghaflah. Di antara penghancur tekad adalah mimpi yang terlalu jauh dan senang bersantai-santai. Angan-angan hendaklah diiringi amal, jika tidak, ia hanyalah sekedar mimpi yang terpulang kepada pemiliknya. Suatu hari Alhasan al-bashri melihat seorang pemuda yang bermain-main dengan batu kecil sambil berdoa, “Ya Allah, nikahkan aku dengan bidadari”, maka Al-Hasan berkata, “Anda adalah pelamar yang paling buruk, melamar bidadari dengan modal main-main batu kecil!”
Begitu juga dengan kita, tidak mungkin kita melamar cinta kasih tamkin, taghyir dan ishlah sementara kita bermain-main dengan sesuatu yang lebih rendah dari batu kecil, sementara itu kita adalah para penganggur, bermalas-malasan, dan cukup menjadi penonton, sebab, seorang pelamar mestilah membawa mahar, dan “siapa yang meminang wanita cantik, maka ia tidak mempedulikan mahalnya mahar.” Dan sebagaimana dinyatakan oleh imam Al-Banna rahimahullah:
“Saya dapat membayangkan seorang mujahid adalah seseorang yang menyiapkan segala yang diperlukannya, membawa yang diperlukannya, niat jihad telah memenuhi seluruh jiwa dan hatinya, selalu dipikirkan, memberi perhatian besar, selalu dalam posisi siap, jika diundang memenuhi, jika dipanggil menyambut, paginya, petangnya, pembicaraannya, omongannya, kesungguhannya dan main-mainnya tidak melampaui medan yang ia telah persiapkan dirinya untuknya, dan ia tidak mengambil selain fungsi yang sesuai dengan kehidupan dan kehendaknya. Spirit berjihad fi sabilillah dapat dibaca dari garis-garis wajahnya, tampak dalam kilatan sinar matanya, dan terdengar dari celetukan lisannya sesuatu yang menggambarkan betapa besar gelora yang ada dalam hatinya, gelora yang selalu ada, menjadi duka hatinya yang terpendam. Juga terbaca dari jiwanya yang bertekad membaja, semangat tinggi dan cita-cita yang jauh. Itulah sosok mujahid, secara personal maupun bangsa. Engkau dapat melihatnya secara jelas pada suatu bangsa yang menyiapkan dirinya untuk berjihad tampak pada forum-forumnya dan klub-klubnya, tampak di pasar dan di jalan, terasa di sekolah, di rumah, terlihat pada generasi muda dan tua, lelaki dan wanita, sehingga anda membayangkan bahwa semua tempat merupakan medan, dan setiap gerakan adalah jihad.
Saya dapat membayangkan hal ini karena jihad merupakan buah dari pemahaman yang melahirkan perasaan, menghilangkan ghaflah, perasaan membangkitkan perhatian dan kebangkitan, dan perhatian berdampak kepada jihad dan amal. Dan masing-masing mempunyai dampak dan penampilan
Adapun mujahid yang tidur sekenyangnya, makan sepuasnya, tertawa sekerasnya dan menghabiskan waktu untuk bermain-main, maka bagaimana mungkin termasuk yang beruntung atau terhitung dalam barisan mujahidin?!”
Umat yang berpandangan bahwa perannya dalam berjihad hanyalah kosa kata yang diucapkan, atau makalah yang ditulis, lalu jika hati mereka diperiksa ternyata kosong, saat diuji perhatiannya melompong, tenggelam dalam ghaflah dan tidur yang molor, maka tempat, forum dan klub mereka tidak ditemui selain hal-hal tidak berguna, ketidakseriusan, main-main, hiburan dan menghabiskan waktu tanpa guna. Seluruh perhatian perseorangannya hanyalah kesenangan yang fana, kelezatan semu, bersantai-santai dan bersenang-senang, maka umat yang seperti ini lebih dekat kepada main-main daripada serius dan bahkan tidak mengenal keseriusan sama sekali.
Jadi, pengangguran adalah jalan kebangkrutan, sementara kepeloporan, kepemimpinan dan ketokohan tidak dapat diraih kecuali dengan keseriusan dan kesungguhan dan tidak dapat dicapai kecuali dengan segudang pengorbanan. Hal ini terbukti secara praktis sepanjang sejarah dan seorang aktivis dakwah dan harakah semestinya merupakan bagian dari mata rantai emas para nabi, rasul, sahabat, tabiin, ulama dan dai aktivis, karenanya, ia tidak akan mendapatkan kehormatan sebagai anggota dan diberi kartu keanggotaan kecuali jika ia telah membayar. Dan Ibnu Qayyim lebih berterus terang daripada saya, sebab ia memandang seseorang yang mengklaim menjadi bagian dari mata rantai mulia ini tanpa memberi bukti sebagai bentuk kebancian tekad. Beliau berkata:
“Wahai seseorang yang bertekad banci, di manakah kamu berada? Sementara jalan yang akan kamu tempuh adalah jalan di mana nabi Adam telah capek, nabi Nuh telah kehabisan suara, nabi Ibrahim telah dilemparkan ke dalam api, nabi Ismail telah digeletakkan untuk disembelih, nabi Yusuf telah dijual murah dan mendekam beberapa tahun dalam penjara, nabi Zakariya telah digergaji, nabi Yahya telah disembelih, nabi Ayyub telah menderita, nabi Daud telah melebihi kadar dalam menangis, nabi Isa telah berjalan sendirian dan nabi kita Muhammad SAW telah bergelut dengan berbagai kemiskinan dan berbagai rasa sakit, sedangkan engkau berbangga dengan hal-hal tidak berguna dan main-main??! !”
Terjemahan Artikel Jamal Zawari Ahmad
Sumber: http://www.islameia t.com/main/?c=54&a=3954
Minggu, 17 Januari 2010
Senin, 11 Januari 2010
Ngeblog yukk
Bismillahirrahmanirrahim
Saya copy dari sini
assalaamu’alaikum wr. wb.
Saya tahu beliau orang sibuk. Selain menjabat sebagai Humas DPP PKS, beliau juga Humas-nya FPKS di DPR. Oleh karena itu, saya tidak banyak berharap ketika mengirimkan private message melalui account Facebook-nya. Maksudnya, mau dijawab pekan depan pun tak mengapalah. Tapi ternyata jawabannya sangat cepat. Sore itu saya kirim, malamnya sudah ada jawaban.
“Thayyib. Ayo kita ketemuan. Saya insya Allah sabtu lusa ada di Bogor.”
Pukul empat sore hari Sabtu itu, saya sudah menunggu di Masjid Ar-Rahman. Masjid yang sudah cukup lama tidak saya kunjungi, dan ternyata semakin rapi saja. Kira-kira setengah jam kemudian, yang ditunggu-tunggu pun tiba. Agak pangling, karena penampilannya tidak biasa. Kaca mata yang biasa dikenakannya tidak ada, berganti dengan lensa kontak.
Di salah satu kedai di jajaran Masjid Ar-Rahman itu, kami memesan kopi, teh manis, pisang dan roti bakar, sekedar untuk cemilan. Di kedai itu, beliau sudah seperti di rumah sendiri. Jajaran kedai di Jl. Bangbarung adalah hasil dari pemberdayaan komunitas yang telah dirintisnya dahulu. Hasilnya, selain kedai-kedai itu, adalah terbitnya koran komunitas Berita Tegalgundil (BT) dan radio komunitas. Semuanya digerakkan oleh anak-anak muda di Kelurahan Tegalgundil.
Setelah menerima pesanan kami, pemilik kedai langsung ikut mengobrol, menanyakan beberapa hal terkait isu-isu yang berkembang belakangan ini. Tentu saja, di Bogor, isu paling panas seputar PKS adalah tentang anggota dewan yang ditangkapi dengan tuduhan korupsi, termasuk anggota dewan dari PKS. Dari tiga anggota DPRD dari PKS periode 1999-2004, satu sudah dibui, satu sedang menjabat sebagai Wakil Walikota (dan karenanya tak bisa diperiksa tanpa ijin Presiden), dan satunya lagi konon buron.
Kasusnya sendiri sebenarnya cukup menggelikan, karena Jaksa menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) yang telah dinyatakan tak berlaku oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dalam kasus serupa di Padang, beberapa waktu yang lalu. Berdasarkan PP yang sudah tidak berlaku itu, tunjangan yang diterima oleh para anggota dewan dianggap korupsi. Aksi koboi sang jaksa ini diperparah dengan dijebloskannya para mantan anggota dewan tersebut ke LP Paledang, padahal proses pengadilannya belum lagi berjalan. Media massa pun langsung menjatuhkan vonis. Sedemikian parahnya, sehingga ust. Nuruzzaman yang tengah terbaring di rumah sakit pun dianggap buron. Padahal semua orang tahu kondisi kesehatan beliau yang memang sering keluar-masuk rumah sakit. Saya ingat beberapa waktu yang lalu, surat kabar di Bogor bahkan mengedarkan karikatur beliau dengan wajah yang dibuat-buat sehingga nampak licik, lengkap dengan skenario pelarian beliau hingga ke Sumatera. Saya pun ingat betapa banyaknya tunjangan yang diterima oleh anggota dewan dari PKS pada periode 1999-2004 yang ‘disulap’ menjadi kegiatan-kegiatan yang dinikmati langsung oleh masyarakat. Sekarang, mereka pula yang harus menanggung beban tuduhan sebagai koruptor.
Itu hanyalah sebagian kecil masalah public relation yang dihadapi oleh PKS. Kenyataannya, media massa begitu sensitif pada PKS, sehingga setiap masalah selalu dibenturkan dengan anggota dewan, tokoh atau menteri dari PKS.
Contoh kasus yang paling baru adalah masalah mobil mewah yang diberikan untuk para menteri. Semua mata menyorot pada menteri-menteri PKS, dan bukan yang lain. Media seolah tak peduli pada fakta bahwa fasilitas tersebut telah dianggarkan oleh Sekretariat Negara pada periode sebelumnya. Seharusnya, tuntutan pengembalian mobil mewah dialamatkan kepada Mensesneg sebelumnya, atau minimal pada Mensesneg yang sekarang menjabat. Sebaliknya, media justru mencap para menteri (khususnya dari PKS) sebagai pemimpin yang tidak sensitif pada penderitaan rakyat. Padahal, tidak ada mekanisme bagi para menteri untuk mengembalikan mobil-mobil tersebut, atau menggantinya dengan mobil lain yang jauh lebih murah.
Masalah tersebut dirasakan langsung dampaknya oleh Menkominfo, ust. Tifatul Sembiring. Semua orang menanyakan soal mobil mewah pada beliau, padahal pengadaan mobil itu tak ada sangkut-pautnya dengan dirinya. Sementara mobil warisan Menkominfo sebelumnya sudah rusak parah, masyarakat sudah terlanjur marah dengan mobil baru. Akhirnya mobil lama tak dipakai, mobil baru tak diambil. Semua orang berteriak mubadzir, padahal mobil mewah itu akan semakin mubadzir jika tak dipakai. Alangkah baiknya mobil-mobil mewah itu dijual kembali kepada para pengusaha, misalnya, kemudian para menteri diberi kendaraan dinas yang 200-jutaan. Tapi itu semua adalah wewenang Presiden dan Mensesneg, bukan Menkominfo.
Masalah public relation inilah yang mempertemukan kami sore itu. Struktur DPP sudah kewalahan menghadapi penggalangan opini yang semakin liar, ditingkahi sikap sebagian kader yang begitu polos dan cinta pada kebenaran, sehingga kadang-kadang juga begitu mudah untuk diprovokasi.
Sebagai blogger, saya mengerti bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk menjadi penulis. Kebanyakan blogger adalah mahasiswa, pegawai kantoran, atau ibu rumah tangga. Kecuali mahasiswa, kebanyakan tidak punya waktu untuk terlibat dalam struktur, namun jelas punya waktu dan kemampuan yang cukup untuk menulis. Kebutuhan struktur akan penggalangan opini inilah yang hendak saya pertemukan dengan kebutuhan kader-blogger untuk melibatkan diri dalam perjuangan partai. Jika Humas DPP kehabisan tenaga, maka ada sekian banyak ikhwah blogger yang sebenarnya sudah siap berdiri di belakangnya. Salah satu manfaat penting dari kerja sama apik ini adalah terungkapnya jawaban dari setiap isu yang membuat hati kader resah selama ini. Ini cuma soal pembagian tugas.
Alhamdulillaah, gagasan yang sudah lama mengendap ini mendapat dukungan penuh. Lampu hijau sudah dinyalakan, sekarang tinggal tancap gas!
Saya copy dari sini
assalaamu’alaikum wr. wb.
Saya tahu beliau orang sibuk. Selain menjabat sebagai Humas DPP PKS, beliau juga Humas-nya FPKS di DPR. Oleh karena itu, saya tidak banyak berharap ketika mengirimkan private message melalui account Facebook-nya. Maksudnya, mau dijawab pekan depan pun tak mengapalah. Tapi ternyata jawabannya sangat cepat. Sore itu saya kirim, malamnya sudah ada jawaban.
“Thayyib. Ayo kita ketemuan. Saya insya Allah sabtu lusa ada di Bogor.”
Pukul empat sore hari Sabtu itu, saya sudah menunggu di Masjid Ar-Rahman. Masjid yang sudah cukup lama tidak saya kunjungi, dan ternyata semakin rapi saja. Kira-kira setengah jam kemudian, yang ditunggu-tunggu pun tiba. Agak pangling, karena penampilannya tidak biasa. Kaca mata yang biasa dikenakannya tidak ada, berganti dengan lensa kontak.
Di salah satu kedai di jajaran Masjid Ar-Rahman itu, kami memesan kopi, teh manis, pisang dan roti bakar, sekedar untuk cemilan. Di kedai itu, beliau sudah seperti di rumah sendiri. Jajaran kedai di Jl. Bangbarung adalah hasil dari pemberdayaan komunitas yang telah dirintisnya dahulu. Hasilnya, selain kedai-kedai itu, adalah terbitnya koran komunitas Berita Tegalgundil (BT) dan radio komunitas. Semuanya digerakkan oleh anak-anak muda di Kelurahan Tegalgundil.
Setelah menerima pesanan kami, pemilik kedai langsung ikut mengobrol, menanyakan beberapa hal terkait isu-isu yang berkembang belakangan ini. Tentu saja, di Bogor, isu paling panas seputar PKS adalah tentang anggota dewan yang ditangkapi dengan tuduhan korupsi, termasuk anggota dewan dari PKS. Dari tiga anggota DPRD dari PKS periode 1999-2004, satu sudah dibui, satu sedang menjabat sebagai Wakil Walikota (dan karenanya tak bisa diperiksa tanpa ijin Presiden), dan satunya lagi konon buron.
Kasusnya sendiri sebenarnya cukup menggelikan, karena Jaksa menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) yang telah dinyatakan tak berlaku oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dalam kasus serupa di Padang, beberapa waktu yang lalu. Berdasarkan PP yang sudah tidak berlaku itu, tunjangan yang diterima oleh para anggota dewan dianggap korupsi. Aksi koboi sang jaksa ini diperparah dengan dijebloskannya para mantan anggota dewan tersebut ke LP Paledang, padahal proses pengadilannya belum lagi berjalan. Media massa pun langsung menjatuhkan vonis. Sedemikian parahnya, sehingga ust. Nuruzzaman yang tengah terbaring di rumah sakit pun dianggap buron. Padahal semua orang tahu kondisi kesehatan beliau yang memang sering keluar-masuk rumah sakit. Saya ingat beberapa waktu yang lalu, surat kabar di Bogor bahkan mengedarkan karikatur beliau dengan wajah yang dibuat-buat sehingga nampak licik, lengkap dengan skenario pelarian beliau hingga ke Sumatera. Saya pun ingat betapa banyaknya tunjangan yang diterima oleh anggota dewan dari PKS pada periode 1999-2004 yang ‘disulap’ menjadi kegiatan-kegiatan yang dinikmati langsung oleh masyarakat. Sekarang, mereka pula yang harus menanggung beban tuduhan sebagai koruptor.
Itu hanyalah sebagian kecil masalah public relation yang dihadapi oleh PKS. Kenyataannya, media massa begitu sensitif pada PKS, sehingga setiap masalah selalu dibenturkan dengan anggota dewan, tokoh atau menteri dari PKS.
Contoh kasus yang paling baru adalah masalah mobil mewah yang diberikan untuk para menteri. Semua mata menyorot pada menteri-menteri PKS, dan bukan yang lain. Media seolah tak peduli pada fakta bahwa fasilitas tersebut telah dianggarkan oleh Sekretariat Negara pada periode sebelumnya. Seharusnya, tuntutan pengembalian mobil mewah dialamatkan kepada Mensesneg sebelumnya, atau minimal pada Mensesneg yang sekarang menjabat. Sebaliknya, media justru mencap para menteri (khususnya dari PKS) sebagai pemimpin yang tidak sensitif pada penderitaan rakyat. Padahal, tidak ada mekanisme bagi para menteri untuk mengembalikan mobil-mobil tersebut, atau menggantinya dengan mobil lain yang jauh lebih murah.
Masalah tersebut dirasakan langsung dampaknya oleh Menkominfo, ust. Tifatul Sembiring. Semua orang menanyakan soal mobil mewah pada beliau, padahal pengadaan mobil itu tak ada sangkut-pautnya dengan dirinya. Sementara mobil warisan Menkominfo sebelumnya sudah rusak parah, masyarakat sudah terlanjur marah dengan mobil baru. Akhirnya mobil lama tak dipakai, mobil baru tak diambil. Semua orang berteriak mubadzir, padahal mobil mewah itu akan semakin mubadzir jika tak dipakai. Alangkah baiknya mobil-mobil mewah itu dijual kembali kepada para pengusaha, misalnya, kemudian para menteri diberi kendaraan dinas yang 200-jutaan. Tapi itu semua adalah wewenang Presiden dan Mensesneg, bukan Menkominfo.
Masalah public relation inilah yang mempertemukan kami sore itu. Struktur DPP sudah kewalahan menghadapi penggalangan opini yang semakin liar, ditingkahi sikap sebagian kader yang begitu polos dan cinta pada kebenaran, sehingga kadang-kadang juga begitu mudah untuk diprovokasi.
Sebagai blogger, saya mengerti bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk menjadi penulis. Kebanyakan blogger adalah mahasiswa, pegawai kantoran, atau ibu rumah tangga. Kecuali mahasiswa, kebanyakan tidak punya waktu untuk terlibat dalam struktur, namun jelas punya waktu dan kemampuan yang cukup untuk menulis. Kebutuhan struktur akan penggalangan opini inilah yang hendak saya pertemukan dengan kebutuhan kader-blogger untuk melibatkan diri dalam perjuangan partai. Jika Humas DPP kehabisan tenaga, maka ada sekian banyak ikhwah blogger yang sebenarnya sudah siap berdiri di belakangnya. Salah satu manfaat penting dari kerja sama apik ini adalah terungkapnya jawaban dari setiap isu yang membuat hati kader resah selama ini. Ini cuma soal pembagian tugas.
Alhamdulillaah, gagasan yang sudah lama mengendap ini mendapat dukungan penuh. Lampu hijau sudah dinyalakan, sekarang tinggal tancap gas!
Telkomsel *268# : Bagaimana pelanggan yang tidak punya akses Google ?
Bismillahirrahmanirrahim
Saya copas postingan ini dari Pak Eko , bagus banget untuk nambah pengetahuan kita tentang content provider. Sengaja saya posting ulang karena mungkin ada sebagian dari kita yang begitu ada iklan 'reg spasi' atau *sekian sekian# langsung aja ikutan tanpa mikir lagi. Mudah-mudahan setelah baca ini, sebelum mengikuti sesuatu mikir dulu pulsa yang ditelan berapa :)
==================================================================
Siang tadi, saya berdiskusi panjang dengan istri dan juga teman-teman, tentang sebuah rencana memiliki NEXUS ONE. Nexus one adalah mobile handset yang diluncurkan Google, awal januari 2009. Nexus One berbasis Android. Saya membutuhkannya untuk riset bagi ebConnect.com memasuki un-chartered future yaitu "Enterprise 2.0".
Tiba-tiba, sore hari ... sepulang dari masjid, istri saya bilang saya dapat SMS penawaran hadiah dari Telkomsel. Saya curiga, apakah ini dari Telkomsel ? Karena tertulis memang di sisi Sendernya : Telkomsel.
Sebuah tawaran yang EXCITING, TEMPTING, SEDUCING ... krn saya lagi butuh GADGET dengan cara MURAH !!!
Saya Google dan mendapatkan fakta bahwa banyak customer yang mendapatkan SMS yang sama. Bunyi SMS itu adalah :
"
selamat! Hari ini anda adl salah 1 dr 80 jt pelanggan yg memiliki
kesempatan dgn Rp.550!untuk dptkn kawasaki ninja,tiger,blakberry dll.tekan
*268# OK/call
"
Investigasi menunjukkan bahwa ini memang proyek resmi dari Telkomsel. Nampaknya --- CMIIW --- bekerja sama dengan content provider. Alhamdulillahnya ada Google,
jadi saya tidak perlu mengeluarkan sekian ribu rupiah untuk diberikan ke Telkomsel.
Ini beberapa posting terkait, yang membuat saya mendapat informasi untuk berkata : TIDAK ! Ini sesuatu yang bagi saya TIDAK MENARIK !?!
Layanan Lelang Murah *268# dari Telkomsel
http://oldfirehand.wordpress.com/2009/10/26/layanan-lelang-murah-268-dari-telkomsel/
Tekan *268# Ajaib Muncul Tulisan Biaya Akses Info Ini Rp 2200
http://suarapembaca.detik.com/read/2009/12/28/093348/1266695/283/tekan--268
Masalahnya kenapa tidak dijelaskan dari awal jika sekali mengakses info tersebut terkena Rp 2200? Padahal saya kira biaya semuanya hanya Rp 550 seperti pemberitahuan SMS awal Telkomsel.
Bayangkan jika sekian juta pelanggan melakukan hal yang sama seperti saya pulsa berkurang Rp 550 + Rp 2200 = Rp 2750. Itu jika ingin informasi sekali saja. Bagaimana jika mengaskes info tersebut lebih dari satu kali. Berapa juta atau bahkan ratusan juta keuntungan yang didapat Telkomsel.
Lelang Murah
http://mall268.com/lelang/
Layanan Lelang Murah merupakan Program kerjasama Cequal Indonesia dengan Telkomsel. Program ini adalah membeli barang secara murah dengan cara lelang, melalui UMB *268#. Program ini berlangsung secara Periodik, 2 x 24 jam. Peserta bisa mengikuti program ini dengan tekan *268# OK/CALL, Menu Lelang Lelang ada dinomer 1 kemudian bisa mengikuti langkah- langkah selanjutnya.
Alhamdulillahnya, saya bisa mengakses Google untuk bisa mendapatkan informasi ini ... Sebuah langkah sangat cerdas dari Content Provider untuk mendapatkan keuntungan ... Sayangnya Telkomsel TIDAK MENJELASKAN BIAYA SMS-nya. Saya mendapatkan informasinya di situs Content Provider :
Tarif sebesar Rp.2000,- ( belum termasuk PPN 10%)
Tarif tersebut akan dikenakan saat si Peserta Lelang mendapatkan balsan berupa SMS info harga yang ditawar
Sayangnya informasi ini tidak disebarluaskan DI AWAL !!!
Saya sudah menggunakan Telkomsel lebih dari 5 tahun ... saya merasa Telkomsel tidak melindungi saya sebagai customer-nya dari Content Provider yang memanfaatkan customer-base milik Telkomsel. Andai saya tidak mempunyai akses ke Google ... berapa rupiah akan saya BELANJAKAN untuk Telkomsel ? Dan berapa ribu pelanggan Telkomsel yang bisa jadi membuat "UN-INFORMED DECISION" ?!?
Saya copas postingan ini dari Pak Eko , bagus banget untuk nambah pengetahuan kita tentang content provider. Sengaja saya posting ulang karena mungkin ada sebagian dari kita yang begitu ada iklan 'reg spasi' atau *sekian sekian# langsung aja ikutan tanpa mikir lagi. Mudah-mudahan setelah baca ini, sebelum mengikuti sesuatu mikir dulu pulsa yang ditelan berapa :)
==================================================================
Siang tadi, saya berdiskusi panjang dengan istri dan juga teman-teman, tentang sebuah rencana memiliki NEXUS ONE. Nexus one adalah mobile handset yang diluncurkan Google, awal januari 2009. Nexus One berbasis Android. Saya membutuhkannya untuk riset bagi ebConnect.com memasuki un-chartered future yaitu "Enterprise 2.0".
Tiba-tiba, sore hari ... sepulang dari masjid, istri saya bilang saya dapat SMS penawaran hadiah dari Telkomsel. Saya curiga, apakah ini dari Telkomsel ? Karena tertulis memang di sisi Sendernya : Telkomsel.
Sebuah tawaran yang EXCITING, TEMPTING, SEDUCING ... krn saya lagi butuh GADGET dengan cara MURAH !!!
Saya Google dan mendapatkan fakta bahwa banyak customer yang mendapatkan SMS yang sama. Bunyi SMS itu adalah :
"
selamat! Hari ini anda adl salah 1 dr 80 jt pelanggan yg memiliki
kesempatan dgn Rp.550!untuk dptkn kawasaki ninja,tiger,blakberry dll.tekan
*268# OK/call
"
Investigasi menunjukkan bahwa ini memang proyek resmi dari Telkomsel. Nampaknya --- CMIIW --- bekerja sama dengan content provider. Alhamdulillahnya ada Google,
jadi saya tidak perlu mengeluarkan sekian ribu rupiah untuk diberikan ke Telkomsel.
Ini beberapa posting terkait, yang membuat saya mendapat informasi untuk berkata : TIDAK ! Ini sesuatu yang bagi saya TIDAK MENARIK !?!
Layanan Lelang Murah *268# dari Telkomsel
http://oldfirehand.wordpress.com/2009/10/26/layanan-lelang-murah-268-dari-telkomsel/
Telkomsel meluncurkan Layanan Lelang Murah pada menu *268# dan efektif berlaku sejak 20 Oktober 2009. Program ini dapat diikuti oleh seluruh pelanggan Telkomsel (tidak termasuk karyawan). Barang yang dilelang ditampilkan di menu Lelang Murah pada *268#. Menu tersebut juga dapat melihat kapan berakhirnya waktu lelang setiap periodenya.
Peserta lelang atau penawar, melakukan penawaran atas barang yang dipilihnya dengan jalan menambahkan harga terakhir dari barang yang di pilih, melalui fasilitas yang terdapat pada menu Lelang Murah. Penambahan harga yang berlaku adalah sebesar Rp.5 per penambahan.Tekan *268# Ajaib Muncul Tulisan Biaya Akses Info Ini Rp 2200
http://suarapembaca.detik.com/read/2009/12/28/093348/1266695/283/tekan--268
Masalahnya kenapa tidak dijelaskan dari awal jika sekali mengakses info tersebut terkena Rp 2200? Padahal saya kira biaya semuanya hanya Rp 550 seperti pemberitahuan SMS awal Telkomsel.
Bayangkan jika sekian juta pelanggan melakukan hal yang sama seperti saya pulsa berkurang Rp 550 + Rp 2200 = Rp 2750. Itu jika ingin informasi sekali saja. Bagaimana jika mengaskes info tersebut lebih dari satu kali. Berapa juta atau bahkan ratusan juta keuntungan yang didapat Telkomsel.
Lelang Murah
http://mall268.com/lelang/
Layanan Lelang Murah merupakan Program kerjasama Cequal Indonesia dengan Telkomsel. Program ini adalah membeli barang secara murah dengan cara lelang, melalui UMB *268#. Program ini berlangsung secara Periodik, 2 x 24 jam. Peserta bisa mengikuti program ini dengan tekan *268# OK/CALL, Menu Lelang Lelang ada dinomer 1 kemudian bisa mengikuti langkah- langkah selanjutnya.
Alhamdulillahnya, saya bisa mengakses Google untuk bisa mendapatkan informasi ini ... Sebuah langkah sangat cerdas dari Content Provider untuk mendapatkan keuntungan ... Sayangnya Telkomsel TIDAK MENJELASKAN BIAYA SMS-nya. Saya mendapatkan informasinya di situs Content Provider :
Tarif sebesar Rp.2000,- ( belum termasuk PPN 10%)
Tarif tersebut akan dikenakan saat si Peserta Lelang mendapatkan balsan berupa SMS info harga yang ditawar
Sayangnya informasi ini tidak disebarluaskan DI AWAL !!!
Saya sudah menggunakan Telkomsel lebih dari 5 tahun ... saya merasa Telkomsel tidak melindungi saya sebagai customer-nya dari Content Provider yang memanfaatkan customer-base milik Telkomsel. Andai saya tidak mempunyai akses ke Google ... berapa rupiah akan saya BELANJAKAN untuk Telkomsel ? Dan berapa ribu pelanggan Telkomsel yang bisa jadi membuat "UN-INFORMED DECISION" ?!?
Rabu, 25 November 2009
Yang Manakah Anda.... ?
Siapakah orang yang sibuk ?
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil pusing akan waktu shalatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.
Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata, "Ya Rabbi Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan Tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada senantiasa menumpuk-numpukkan harta.
Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan kemana mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi menghimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak karena telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Siapakah orang yg bijak?
Orang yg bijak ialah org yg tidak membiarkan atau membuang tulisan ini begitu saja, malah dia akan menyampaikan pula pada org lain untuk dimanfaatkan dan mengambil contoh sebagai sandaran dan pedoman kehidupan sehari-hari.
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil pusing akan waktu shalatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.
Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata, "Ya Rabbi Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan Tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada senantiasa menumpuk-numpukkan harta.
Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan kemana mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi menghimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak karena telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Siapakah orang yg bijak?
Orang yg bijak ialah org yg tidak membiarkan atau membuang tulisan ini begitu saja, malah dia akan menyampaikan pula pada org lain untuk dimanfaatkan dan mengambil contoh sebagai sandaran dan pedoman kehidupan sehari-hari.
Senin, 16 November 2009
Mari Kita Renungkan....
1. Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia.... Allah tau betapa kau telah berjerih payah.
2. Jika kau telah menangis sekian lama dan hatimu terasa perih... Allah telah menghitung dentingan air matamu.
3. Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menanti sesuatu dan waktu serasa berlalu... Allah sedang menanti bersamamu.
4. Jika kau MERASA SENDIRIAN dan Saudara-Saudaramu SIBUK dengan banyak urusan... Allah senantiasa berada di dekatmu.
5. Ketika kau berpikir, kau sudah mencoba segalanya dan tak tau harus berbuat apa lagi... Alloh selalu punya jawabnya.
6. Ketika segala sesuatu tidak masuk akal dan kau merasa sangat tertekan... Alloh mampu menenangkanmu.
7. Jika kau merasa ada jejak-jejak harapan terbesit di hatimu... Allah sedang berbisik kepadamu.
8. Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kamu merasa ingin mengucap syukur... Allah telah memberkahimu.
9. Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mempunyai mimpi untuk digenapi... Allah telah membuka dan memanggilmu dengan namamu.
10. Ketika sesuatu yang indah terjadi dan engkau dipenuhi ketakjuban... Allah telah tersenyum padamu.
Ingatlah Saudaraku...
Dimanapun engkau, kemanapun engkau dan kapanpun engkau menghadap... Allah TAU !!!
Mari mendekat pada Allah lebih dekat. Agar tunduk kala yang lain angkuh. Agar teguh kala yang lain runtuh. Agar tegar kala yang lain terlempar.
Rapatkan Shaf!, Bangkitkan Ghiroh-mu (semangat) demi Dien (Agama) kita Islam yang mulia serta jangan futur dan terlena dalam dunia yang penuh badai fitnah dan syahwat serta Kemusyrikan dan Kemaksiatan juga penuh dengan Fatamorgana ini,
Marilah kita mendekatkan diri kepada Allah Rabb kita yang menciptakan kita dan mematikan kita.
ALLAHU’ AKBAR.
Mari kita bersama berlomba-lomba meraih Shirathul Mustaqiem (Jalan yang lurus) yang membawa kita kepada jalan Allah Ta’ala jangan melalui jalan yang tidak diridhai Allah Azza Wa Jalla karena akan mendapatkan adzab-Nya yang sangat pedih.
===========================================================================>>>>
Telah kutemukan jawabannya
2. Jika kau telah menangis sekian lama dan hatimu terasa perih... Allah telah menghitung dentingan air matamu.
3. Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menanti sesuatu dan waktu serasa berlalu... Allah sedang menanti bersamamu.
4. Jika kau MERASA SENDIRIAN dan Saudara-Saudaramu SIBUK dengan banyak urusan... Allah senantiasa berada di dekatmu.
5. Ketika kau berpikir, kau sudah mencoba segalanya dan tak tau harus berbuat apa lagi... Alloh selalu punya jawabnya.
6. Ketika segala sesuatu tidak masuk akal dan kau merasa sangat tertekan... Alloh mampu menenangkanmu.
7. Jika kau merasa ada jejak-jejak harapan terbesit di hatimu... Allah sedang berbisik kepadamu.
8. Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kamu merasa ingin mengucap syukur... Allah telah memberkahimu.
9. Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mempunyai mimpi untuk digenapi... Allah telah membuka dan memanggilmu dengan namamu.
10. Ketika sesuatu yang indah terjadi dan engkau dipenuhi ketakjuban... Allah telah tersenyum padamu.
Ingatlah Saudaraku...
Dimanapun engkau, kemanapun engkau dan kapanpun engkau menghadap... Allah TAU !!!
Mari mendekat pada Allah lebih dekat. Agar tunduk kala yang lain angkuh. Agar teguh kala yang lain runtuh. Agar tegar kala yang lain terlempar.
Rapatkan Shaf!, Bangkitkan Ghiroh-mu (semangat) demi Dien (Agama) kita Islam yang mulia serta jangan futur dan terlena dalam dunia yang penuh badai fitnah dan syahwat serta Kemusyrikan dan Kemaksiatan juga penuh dengan Fatamorgana ini,
Marilah kita mendekatkan diri kepada Allah Rabb kita yang menciptakan kita dan mematikan kita.
ALLAHU’ AKBAR.
Mari kita bersama berlomba-lomba meraih Shirathul Mustaqiem (Jalan yang lurus) yang membawa kita kepada jalan Allah Ta’ala jangan melalui jalan yang tidak diridhai Allah Azza Wa Jalla karena akan mendapatkan adzab-Nya yang sangat pedih.
===========================================================================>>>>
Telah kutemukan jawabannya
Minggu, 08 November 2009
Berkaca Dalam Gelap
Pernahkah engkau berkaca dalam gelap?? Aku pernah
Tahukah engkau apa yang terlihat di sana? Tidak ada
Bukan..bukan seperti dalam film-film hantu itu, aku tidak punya bayangan
Karena untuk melihat dirimu dalam cermin kau memerlukan cahaya
Setitik saja cukup untuk menggambarkan dirimu
Kawan...tahukah engkau dirimu adalah setitik cahaya bagiku
Dengannya aku bercermin buruk diri untuk diperbaiki
Kawan...kini ku berkaca dalam gelap
Hingga ku tak tahu apa yang telah hilang
Kau pergi meninggalkanku sendiri di sini
Mungkinkah aku yang tak sanggup menyertaimu lagi?
Kawan...satu pintaku
Mohonkan kekuatan dan ketegaran untukku
Meski kini sendiri ku tetap dalam cahayaNya
Tahukah engkau apa yang terlihat di sana? Tidak ada
Bukan..bukan seperti dalam film-film hantu itu, aku tidak punya bayangan
Karena untuk melihat dirimu dalam cermin kau memerlukan cahaya
Setitik saja cukup untuk menggambarkan dirimu
Kawan...tahukah engkau dirimu adalah setitik cahaya bagiku
Dengannya aku bercermin buruk diri untuk diperbaiki
Kawan...kini ku berkaca dalam gelap
Hingga ku tak tahu apa yang telah hilang
Kau pergi meninggalkanku sendiri di sini
Mungkinkah aku yang tak sanggup menyertaimu lagi?
Kawan...satu pintaku
Mohonkan kekuatan dan ketegaran untukku
Meski kini sendiri ku tetap dalam cahayaNya
Ilaa Ukhtina Habibah
Voa-Islam - Ingin kami ucapkan beberapa kalimat kepadamu ukhti. Lewat surat ini, dari kami yang berada di bawah desingan peluru musuh dan gelegar ledakan roket, juga dari kami yang kini terpaksa meringkuk di balik jeruji besi hanya karena kami menyatakan bahwa “Tuhan Kami Adalah Allah”, untukmu Ukhti Muslimah… karena kau adalah permata. Kau juga perhiasan mulia yang melengkapi keindahan ajaran Nabi Shalallahu "Alahi Wasallam. Beberapa kalimat yang kami tulus keluar dari lubuk hati kami sebagai saudara yang bersama melaju ke arah yang satu. Demi menyelamatkanmu dari cakaran manusia serigala berbulu domba.
Ukhti Muslimah….!!! Kami tidak akan membawa sesuatu yang baru, semoga kau tidak bosan mendengarnya…. walau rasanya sudah berkali-kali kami ingatkan bahwa tiada agama manapun yang lebih memuliakan wanita sebagaimana Islam. Jika kau masih tidak percaya, lihatlah pada sejarah .. apa yang dilakukan oleh penghuni zaman jahiliyah terhadap kaummu, bukankah mereka menguburmu hidup-hidup hanya karena takut jatuh miskin atau durhaka?
Entah apa yang mereka cari. Betapa jauh mereka menghinakanmu. Betapa buruknya gambaranmu di mata mereka. Bagi mereka, kau tidak lebih dari sekerat tebu segar, yang setelah manis sepah dibuang…. Kemudian belum puas dengan itu mereka masih melolong bahwa Islam menzalimi hak-hak wanita…sungguh sebuah penyesatan dan pendustaan yang nyata.
Bukankah engkau adalah yang paling banyak diperjual belikan bagai barang rongsokan, sebagai hamba sahaya di zaman kerajaan Romawi? Bahkan hingga kini….. di suatu zaman yang mereka juluki zaman kebebasan dan kemerdekaan, mereka teruskan tradisi itu. Hanya saja,… kini mereka bungkus dengan kata kontes ratu kecantikan, yang memperlombakan ukuran tubuh terbaik bagi para lelaki hidung belang.
Ukhti Muslimah….!!! Usaha perbaikan dirimu adalah sebuah cita-cita abadi dan tujuan yang mulia serta harapan seluruh Arsitek bagi proyek perbaikan umat. Karena mereka tahu, kunci perbaikan umat ini ada pada dirimu, jika dirimu baik…maka baiklah seluruh umat ini.
Demi Allah..!!! berpeganglah dengan tali ajaran agama ini. Laksanakan segala perintahnya. Jangan langgar larangannya, apalagi mempersempit hukum haramnya. Karena semua itu hanya akan lebih mengekang kehidupanmu sendiri. Karena tiada keadilan yang lebih luas dari keadilan Islam terhadapmu dan kaummu. Jika kau lari dari keadilan Islam, kau hanya akan menemui kedzaliman dunia terhadap hak-hak kehidupanmu. Berpeganglah sebagaimana Umahatul Mukminin mencontohkannya dalam kehidupan sehari hari mereka. Teladani isteri-isteri para sahabat dan kaum Muslimin yang telah membuktikan nilai keindahan permatamu.
Ukhti Muslimah…!!! Ketahuilah agama ini bukan hanya di mulut, tetapi ia menuntut adanya amal nyata. Laksanakan perintah-perintahnya dan jauhi larangan-larangannya, walaupun tanpa kalimat “jangan”.
Sesungguhnya kamu tidak perlu pengakuan timur dan barat karena kemuliaanmu dan harga dirimu telah ada sejak kau di lahirkan, dan bagi kami wahai Ukhti Muslimah,.. kau lebih mulia dari sekadar makhluk yang tergoda gemerlapnya dunia dan jeritan pekikan mungkar yang di sifatkan dengan “suara keledai” (Qs. Luqman 19) oleh Sang Maha pencipta.
Kami tak rela melihatmu tenggelam dalam tipuan mereka yang selalu ingin menghinakanmu dengan berpura-pura memujimu, tetapi melucuti pakaian dan menelanjangimu di depan mata jutaan bahkan milyaran manusia di dunia.
Mereka hanya menginginkan kehormatanmu sama seperti binatang yang memang tidak pernah berpakaian.
Mereka hanya menginginkanmu mencoreng-coreng mukamu dengan polesan-polesan yang merusak wajah aslimu yang indah hasil ciptaan yang Maha Indah.
Mereka hanya ingin menjadikanmu pemuas nafsu setan-setan jantan berhidung belang. Mereka hanya ingin menjadikanmu bagaikan tong sampah yang hanya diisi benih-benih buruk dan tercela.
Demi Allah kami tidak rela. Karena bagi kami kau sangat berharga, bagi kami kau adalah pelengkap kehidupan duniawi dan Ukhrawi, maka besar jualah harapan kami padamu…
Ukhti Muslimah….!!! Seorang Muslimah tidak pantas untuk menjadi keranjang sampah yang menampung berbagai budaya hidup dan akhlak yang buruk. Apalagi budaya barat dengan berbagai kebiasaannya yang terlihat kotor dan menjijikkan itu.
Seorang Muslimah harus mandiri dalam memilih cara hidupnya sendiri, tentu semuanya berangkat dari acuan “Firman Allah” dan “Sabda Nabi-Nya Shalallahu "Alahi Wasallam.”
Seorang Muslimah selalu ingat bahwa pada suatu hari dahulu Rasulullah Shalallahu "Alahi Wasallam. Pernah bersabda: “Barang siapa yang meniru (kebisaaan) suatu kaum, maka ia (termasuk) golongan mereka”. Maka ia sangat berhati hati dan kritis dalam menentukan tatacara hidup, berpakaian, dan bermu’amalah.
“Barang siapa yang meniru (kebisaaan) suatu kaum, maka ia (termasuk) golongan mereka”. al-hadits.
Ukhti Muslimah….!!! Engkau adalah puncak. Engkau juga kebanggaan dan lambang kesucian. Engkau menjadi puncak dengan Al-Qur’an. Dan menjadi kebanggan dengan Iman serta lambang kesucian dengan hijabmu dan berpegang pada ajaran agama ini. Lalu mengapa ada lambang kesucian yang malah meniru cara hidup yang najis.
Bagi umat ini, Ibu adalah Madrasah terbaik jika ia benar benar sudi mempersiapkan dan mengajari serta mendidik generasinya. Kiprah seorang Ibu dalam membentuk generasi Umat terbaik dan Mujahid penyelamat serta pengawal hukum hakam Allah adalah sangat penting.
Lihatlah para pahlawan kita, mereka yang telah membuktikan dengan nyataa keberanian dan keikhlasan mereka dalam memperjuangkan tegaknya Kalimatullah… mereka semua tidak lepas dari sentuhan lembut para ibu yang dengan sabar dan tanpa bosan terus mendidik mereka untuk menjadi mahkota bagi agama ini. Sadarilah!!!!
Kewajiban seorang ibu bukan hanya memilihkan pakaian yang sesuai bagi anaknya atau memberikan makanan yang terbaik baginya. Sungguh tanggung jawab ibu jauh lebih besar dari sekadar itu semua, karena itulah kami sangat memerlukan seorang Isteri dan ibu yang bisa mendidik anaknya dengan dien Allah dan Sunnah Nabi-Nya Shalallahu 'Alahi Wasallam.
Kami memerlukan wanita yang bisa mengajari anak perempuannya untuk menutup auratnya dan berhijab dengan baik. Mendidiknya untuk mempunyai sikap malu dan berakhlak mulia. Kami tidak sedikitpun membutuhkan wanita yang hanya bisa mendidik anaknya untuk bertabarruj dan bernyanyi serta menghabiskan waktunya bersama televisi dan film-film yang berisi "Binatang-binatang" yang di puja.
Kami juga tidak membutuhkan wanita yang hanya bisa membiasakan anak perempuannya berpakaian mini sejak kecil. Di mata kami wanita seperti itu bukanlah seorang Ibu, tetapi ia lebih tepat untuk di sebut sebagai racun bagi kehidupan anaknya sendiri. Ibu yang seperti itu tidak bertanggung jawab dan pengkhianat umat dan agama ini, serta menzalimi anaknya sendiri.
Kami memerlukan wanita suci yang bisa mengajari anak-anaknya taat kepada Rabbnya, karena melihat ibunya selalu ruku’ dan sujud.
Kami memerlukan seorang ibu yang bisa memenuhi rumahnya dengan alunan suara Al Qur’an bukan alunan suara-suara setan atau namimah serta ghibah yang sangat dibenci oleh Allah dan RasulNya, supaya rumahnya menjadi rumah yang sejuk dan tenang serta bersih dari unsur unsur najis nyata atau maknawi.
Kami memerlukan wanita yang dapat mengajari anak-anaknya untuk selalu bertekad mencari Surga Allah bukan hanya mengejar kenikmatan harta dunia.
Kami memerlukan wanita yang bisa mengajari anaknya untuk siap melaksanakan Jihad fi Sabilillah serta menyatakan permusuhannya kepada musuh-musuh Allah.
Kami memerlukan wanita yang bisa mengajari anaknya untuk mendapatkan kehidupan abadi di sisi Rabbnya sebagai Syahid dalam perjuangan membela kalimatullah yang mulia.
Ukhti Muslimah….!!! Kami memerlukan wanita yang selalu mengharap pahala dalam melayani suaminya, hingga ia selalu taat dan menghiburnya serta tidak pernah sedikitpun ingin melihat wajah murung sedih sang suami.
Kami memerlukan wanita yang selalu menjaga dien anak-anaknya sebagaimana ia selalu menjaga kesehatan mereka. Salam hormat dari kami….
Salam hormat dari kami Kepada wanita yang sukses menjaga hubungannya dengan Rabbnya. Dapat beristiqomah pada Diennya. Dan dapat mempertahankan hijabnya di tengah badai cercaan lisan mereka yang jahil.
Salam hormat dari kami….. kepada wanita yang selalu tegas menjaga dirinya dari ber-Ikhtilat dengan lawan jenisnya yang bukan mahramnya, dan menjaga dirinya dari pandangan lelaki yang di hatinya masih ada penyakit dan lemah. Salam hormat kepada wanita yang selalu menjaga agar dirinya tidak menjadi pintu masuk bagi dosa dosa dari berbagai jenis perzinaan.
Salam hormat dari kami….. Kepada wanita yang selalu sigap menutupi keindahan tubuh dan wajahnya dengan hijab tetapi selalu memperindah diri di hadapan sang suami tercinta. Ia tahu bagaimana menjaga dirinya dengan tidak bepergian sendiri agar tetap terlihat mulia bahwa ia adalah wanita yang terjaga.
Demi Allah Ukhti …. Wanita-wanita yang seperti itulah kebanggan umat ini, mereka juga perhiasan masyarakat Islami, karena siapa lagi yang akan menjadi kebanggan itu kalau bukan mereka? Bukan wanita yang selalu mengumbar aurat lengkap dengan berbagai polesan Tabarruj dan potongan-potongan pakaian yang menjijikkan ditambah lagi cara berjalan yang meliuk-liuk bagaikan unta betina itu.
Bukan pula wanita yang waktunya habis di pasar-pasar malam dan Supermarket atau Mal? Kehidupannya hanya untuk melihat harga ini dan harga itu, toh semuanya juga tidak terbeli…. Bagi kami mereka adalah perusak kesucian Islam, mereka tidak pantas menyandang nama mulia sebagai “Muslimah” karena mereka justeru melakukan pembusukan dari dalam.
Ukhti Muslimah…!!! Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini hanya sebuah persinggahan, bersiaplah untuk meneruskan perjalanan ke negeri abadi, jangan sampai engkau lena…
Persiapkanlah bekalmu dengan memperbanyak amal sholeh, sebagaimana kau persiapkan dirimu dengan baik jika kau akan berangkat menghadiri pesta penikahan atau bepergian ke tempat teman atau saudaramu.
kini kau pasti akan melakukan suatu perjalanan yang tidak dapat kau elakkan lagi, hari dan waktunya pasti datang…lalu apakah engkau telah siap..???? kau akan melakuakn suatu perjalanan yang membawamu hilang dari ingatan seluruh manusia, baik saudara atau sahabat, tetapi sebenarnya kau masih bisa mengabadikan namamu jika kau ingin melakukannya, tirulah apa yang di lakukan oleh Masyitah, atau Asiah (isteri Fir’aun), atau Mariam binti Imran Ibu Nabi Isa yang mulia, atau A’isyah binti Abu Bakar Radhiallahu 'Anha. Yang telah membuktikan kepada dunia akan harga diri seorang wanita serta kejeniusannya.
Lihatlah betapa nama mereka harum dan kekal, namanya pasti kan sampai ke telinga orang terakhir yang terlahir di bumi ini nanti. Sebagai bukti bahwa sang pemilik nama juga sedang hidup kekal bahagia di Jannah Rabbil Alamin.
Tetapi coba bandingkan dengan mereka yang tertipu dengan gemerlap dunia, apalagi ia menjadi terkenal hanya karena ia terlalu berani mengumbar auratnya, atau ia berani memasang tarif yang tinggi untuk harga dirinya, apakah semua itu memberinya manfaat setelah mulutnya dipenuhi dengan tanah di liang kubur?
Berhati hatilah..jangan sampai kau terjerumus pada jurang yang sama, hingga kau akan menyesal di hari yang sudah tiada berguna lagi arti sebuah penyesalan.
Ikhwanukunna Fillah, Mujahid Fi Sabilillah.
Oleh : Abu Ikrimah Al-Bassam
Ukhti Muslimah….!!! Kami tidak akan membawa sesuatu yang baru, semoga kau tidak bosan mendengarnya…. walau rasanya sudah berkali-kali kami ingatkan bahwa tiada agama manapun yang lebih memuliakan wanita sebagaimana Islam. Jika kau masih tidak percaya, lihatlah pada sejarah .. apa yang dilakukan oleh penghuni zaman jahiliyah terhadap kaummu, bukankah mereka menguburmu hidup-hidup hanya karena takut jatuh miskin atau durhaka?
Entah apa yang mereka cari. Betapa jauh mereka menghinakanmu. Betapa buruknya gambaranmu di mata mereka. Bagi mereka, kau tidak lebih dari sekerat tebu segar, yang setelah manis sepah dibuang…. Kemudian belum puas dengan itu mereka masih melolong bahwa Islam menzalimi hak-hak wanita…sungguh sebuah penyesatan dan pendustaan yang nyata.
Bukankah engkau adalah yang paling banyak diperjual belikan bagai barang rongsokan, sebagai hamba sahaya di zaman kerajaan Romawi? Bahkan hingga kini….. di suatu zaman yang mereka juluki zaman kebebasan dan kemerdekaan, mereka teruskan tradisi itu. Hanya saja,… kini mereka bungkus dengan kata kontes ratu kecantikan, yang memperlombakan ukuran tubuh terbaik bagi para lelaki hidung belang.
Ukhti Muslimah….!!! Usaha perbaikan dirimu adalah sebuah cita-cita abadi dan tujuan yang mulia serta harapan seluruh Arsitek bagi proyek perbaikan umat. Karena mereka tahu, kunci perbaikan umat ini ada pada dirimu, jika dirimu baik…maka baiklah seluruh umat ini.
Demi Allah..!!! berpeganglah dengan tali ajaran agama ini. Laksanakan segala perintahnya. Jangan langgar larangannya, apalagi mempersempit hukum haramnya. Karena semua itu hanya akan lebih mengekang kehidupanmu sendiri. Karena tiada keadilan yang lebih luas dari keadilan Islam terhadapmu dan kaummu. Jika kau lari dari keadilan Islam, kau hanya akan menemui kedzaliman dunia terhadap hak-hak kehidupanmu. Berpeganglah sebagaimana Umahatul Mukminin mencontohkannya dalam kehidupan sehari hari mereka. Teladani isteri-isteri para sahabat dan kaum Muslimin yang telah membuktikan nilai keindahan permatamu.
Ukhti Muslimah…!!! Ketahuilah agama ini bukan hanya di mulut, tetapi ia menuntut adanya amal nyata. Laksanakan perintah-perintahnya dan jauhi larangan-larangannya, walaupun tanpa kalimat “jangan”.
Sesungguhnya kamu tidak perlu pengakuan timur dan barat karena kemuliaanmu dan harga dirimu telah ada sejak kau di lahirkan, dan bagi kami wahai Ukhti Muslimah,.. kau lebih mulia dari sekadar makhluk yang tergoda gemerlapnya dunia dan jeritan pekikan mungkar yang di sifatkan dengan “suara keledai” (Qs. Luqman 19) oleh Sang Maha pencipta.
Kami tak rela melihatmu tenggelam dalam tipuan mereka yang selalu ingin menghinakanmu dengan berpura-pura memujimu, tetapi melucuti pakaian dan menelanjangimu di depan mata jutaan bahkan milyaran manusia di dunia.
Mereka hanya menginginkan kehormatanmu sama seperti binatang yang memang tidak pernah berpakaian.
Mereka hanya menginginkanmu mencoreng-coreng mukamu dengan polesan-polesan yang merusak wajah aslimu yang indah hasil ciptaan yang Maha Indah.
Mereka hanya ingin menjadikanmu pemuas nafsu setan-setan jantan berhidung belang. Mereka hanya ingin menjadikanmu bagaikan tong sampah yang hanya diisi benih-benih buruk dan tercela.
Demi Allah kami tidak rela. Karena bagi kami kau sangat berharga, bagi kami kau adalah pelengkap kehidupan duniawi dan Ukhrawi, maka besar jualah harapan kami padamu…
Ukhti Muslimah….!!! Seorang Muslimah tidak pantas untuk menjadi keranjang sampah yang menampung berbagai budaya hidup dan akhlak yang buruk. Apalagi budaya barat dengan berbagai kebiasaannya yang terlihat kotor dan menjijikkan itu.
Seorang Muslimah harus mandiri dalam memilih cara hidupnya sendiri, tentu semuanya berangkat dari acuan “Firman Allah” dan “Sabda Nabi-Nya Shalallahu "Alahi Wasallam.”
Seorang Muslimah selalu ingat bahwa pada suatu hari dahulu Rasulullah Shalallahu "Alahi Wasallam. Pernah bersabda: “Barang siapa yang meniru (kebisaaan) suatu kaum, maka ia (termasuk) golongan mereka”. Maka ia sangat berhati hati dan kritis dalam menentukan tatacara hidup, berpakaian, dan bermu’amalah.
“Barang siapa yang meniru (kebisaaan) suatu kaum, maka ia (termasuk) golongan mereka”. al-hadits.
Ukhti Muslimah….!!! Engkau adalah puncak. Engkau juga kebanggaan dan lambang kesucian. Engkau menjadi puncak dengan Al-Qur’an. Dan menjadi kebanggan dengan Iman serta lambang kesucian dengan hijabmu dan berpegang pada ajaran agama ini. Lalu mengapa ada lambang kesucian yang malah meniru cara hidup yang najis.
Bagi umat ini, Ibu adalah Madrasah terbaik jika ia benar benar sudi mempersiapkan dan mengajari serta mendidik generasinya. Kiprah seorang Ibu dalam membentuk generasi Umat terbaik dan Mujahid penyelamat serta pengawal hukum hakam Allah adalah sangat penting.
Lihatlah para pahlawan kita, mereka yang telah membuktikan dengan nyataa keberanian dan keikhlasan mereka dalam memperjuangkan tegaknya Kalimatullah… mereka semua tidak lepas dari sentuhan lembut para ibu yang dengan sabar dan tanpa bosan terus mendidik mereka untuk menjadi mahkota bagi agama ini. Sadarilah!!!!
Kewajiban seorang ibu bukan hanya memilihkan pakaian yang sesuai bagi anaknya atau memberikan makanan yang terbaik baginya. Sungguh tanggung jawab ibu jauh lebih besar dari sekadar itu semua, karena itulah kami sangat memerlukan seorang Isteri dan ibu yang bisa mendidik anaknya dengan dien Allah dan Sunnah Nabi-Nya Shalallahu 'Alahi Wasallam.
Kami memerlukan wanita yang bisa mengajari anak perempuannya untuk menutup auratnya dan berhijab dengan baik. Mendidiknya untuk mempunyai sikap malu dan berakhlak mulia. Kami tidak sedikitpun membutuhkan wanita yang hanya bisa mendidik anaknya untuk bertabarruj dan bernyanyi serta menghabiskan waktunya bersama televisi dan film-film yang berisi "Binatang-binatang" yang di puja.
Kami juga tidak membutuhkan wanita yang hanya bisa membiasakan anak perempuannya berpakaian mini sejak kecil. Di mata kami wanita seperti itu bukanlah seorang Ibu, tetapi ia lebih tepat untuk di sebut sebagai racun bagi kehidupan anaknya sendiri. Ibu yang seperti itu tidak bertanggung jawab dan pengkhianat umat dan agama ini, serta menzalimi anaknya sendiri.
Kami memerlukan wanita suci yang bisa mengajari anak-anaknya taat kepada Rabbnya, karena melihat ibunya selalu ruku’ dan sujud.
Kami memerlukan seorang ibu yang bisa memenuhi rumahnya dengan alunan suara Al Qur’an bukan alunan suara-suara setan atau namimah serta ghibah yang sangat dibenci oleh Allah dan RasulNya, supaya rumahnya menjadi rumah yang sejuk dan tenang serta bersih dari unsur unsur najis nyata atau maknawi.
Kami memerlukan wanita yang dapat mengajari anak-anaknya untuk selalu bertekad mencari Surga Allah bukan hanya mengejar kenikmatan harta dunia.
Kami memerlukan wanita yang bisa mengajari anaknya untuk siap melaksanakan Jihad fi Sabilillah serta menyatakan permusuhannya kepada musuh-musuh Allah.
Kami memerlukan wanita yang bisa mengajari anaknya untuk mendapatkan kehidupan abadi di sisi Rabbnya sebagai Syahid dalam perjuangan membela kalimatullah yang mulia.
Ukhti Muslimah….!!! Kami memerlukan wanita yang selalu mengharap pahala dalam melayani suaminya, hingga ia selalu taat dan menghiburnya serta tidak pernah sedikitpun ingin melihat wajah murung sedih sang suami.
Kami memerlukan wanita yang selalu menjaga dien anak-anaknya sebagaimana ia selalu menjaga kesehatan mereka. Salam hormat dari kami….
Salam hormat dari kami Kepada wanita yang sukses menjaga hubungannya dengan Rabbnya. Dapat beristiqomah pada Diennya. Dan dapat mempertahankan hijabnya di tengah badai cercaan lisan mereka yang jahil.
Salam hormat dari kami….. kepada wanita yang selalu tegas menjaga dirinya dari ber-Ikhtilat dengan lawan jenisnya yang bukan mahramnya, dan menjaga dirinya dari pandangan lelaki yang di hatinya masih ada penyakit dan lemah. Salam hormat kepada wanita yang selalu menjaga agar dirinya tidak menjadi pintu masuk bagi dosa dosa dari berbagai jenis perzinaan.
Salam hormat dari kami….. Kepada wanita yang selalu sigap menutupi keindahan tubuh dan wajahnya dengan hijab tetapi selalu memperindah diri di hadapan sang suami tercinta. Ia tahu bagaimana menjaga dirinya dengan tidak bepergian sendiri agar tetap terlihat mulia bahwa ia adalah wanita yang terjaga.
Demi Allah Ukhti …. Wanita-wanita yang seperti itulah kebanggan umat ini, mereka juga perhiasan masyarakat Islami, karena siapa lagi yang akan menjadi kebanggan itu kalau bukan mereka? Bukan wanita yang selalu mengumbar aurat lengkap dengan berbagai polesan Tabarruj dan potongan-potongan pakaian yang menjijikkan ditambah lagi cara berjalan yang meliuk-liuk bagaikan unta betina itu.
Bukan pula wanita yang waktunya habis di pasar-pasar malam dan Supermarket atau Mal? Kehidupannya hanya untuk melihat harga ini dan harga itu, toh semuanya juga tidak terbeli…. Bagi kami mereka adalah perusak kesucian Islam, mereka tidak pantas menyandang nama mulia sebagai “Muslimah” karena mereka justeru melakukan pembusukan dari dalam.
Ukhti Muslimah…!!! Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini hanya sebuah persinggahan, bersiaplah untuk meneruskan perjalanan ke negeri abadi, jangan sampai engkau lena…
Persiapkanlah bekalmu dengan memperbanyak amal sholeh, sebagaimana kau persiapkan dirimu dengan baik jika kau akan berangkat menghadiri pesta penikahan atau bepergian ke tempat teman atau saudaramu.
kini kau pasti akan melakukan suatu perjalanan yang tidak dapat kau elakkan lagi, hari dan waktunya pasti datang…lalu apakah engkau telah siap..???? kau akan melakuakn suatu perjalanan yang membawamu hilang dari ingatan seluruh manusia, baik saudara atau sahabat, tetapi sebenarnya kau masih bisa mengabadikan namamu jika kau ingin melakukannya, tirulah apa yang di lakukan oleh Masyitah, atau Asiah (isteri Fir’aun), atau Mariam binti Imran Ibu Nabi Isa yang mulia, atau A’isyah binti Abu Bakar Radhiallahu 'Anha. Yang telah membuktikan kepada dunia akan harga diri seorang wanita serta kejeniusannya.
Lihatlah betapa nama mereka harum dan kekal, namanya pasti kan sampai ke telinga orang terakhir yang terlahir di bumi ini nanti. Sebagai bukti bahwa sang pemilik nama juga sedang hidup kekal bahagia di Jannah Rabbil Alamin.
Tetapi coba bandingkan dengan mereka yang tertipu dengan gemerlap dunia, apalagi ia menjadi terkenal hanya karena ia terlalu berani mengumbar auratnya, atau ia berani memasang tarif yang tinggi untuk harga dirinya, apakah semua itu memberinya manfaat setelah mulutnya dipenuhi dengan tanah di liang kubur?
Berhati hatilah..jangan sampai kau terjerumus pada jurang yang sama, hingga kau akan menyesal di hari yang sudah tiada berguna lagi arti sebuah penyesalan.
Ikhwanukunna Fillah, Mujahid Fi Sabilillah.
Oleh : Abu Ikrimah Al-Bassam
Langganan:
Postingan (Atom)